30 April 2015

Gigi Patah Pada Balita Satu Tahun?

"Gigi adalah komponen paling keras pada tubuh manusia."
Sekitar pukul 10:00 WIB tadi, seorang ibu tergopoh-gopoh menggendong anaknya. Membuka pintu agak ragu, lalu menghampiri saya. Suaminya mengekor kemudian.
"Pak, ada dokter giginya?" kata ibu itu.
"Oh ya ada, siapa yang berobat bu?"
"Anak saya ini giginya patah, jatuh.."
"Oo begitu, ini saya hubungi dokternya dulu ya. Ibu dan bapak silahkan duduk dulu."
Gigi patah pada balita
Sumber: http://www.friscokidsdds.com

--Telpon dokter--
"Dok, ini ada pasien masih balita. Giginya patah karena jatuh."
"Umur berapa? Kok bisa patah?"
"Baru tigabelas bulan, katanya terbentur saat jatuh dok"
"Oo, iya sebentar saya kesana."
"Oke, ditunggu dok."

--Fatih, nama balita ini, kemudian diperiksa drg. Devi sekitar sepuluh menit kemudian-- 
Setelah mengobrol dengan ibunya Fatih dan meneliti patahnya gigi, drg. Devi memutuskan untuk tidak mencabutnya saat ini. Karena patahannya tidak sempurna, dan pasien ini mengalami nyeri serta trauma. Setengah mahkota gigi patah ke arah dalam, namun tidak masih saling menempel kuat dengan induknya. Pengobatan sementara hanya dengan Fevrin Drop 0.6ml empat kali sehari setelah makan. Fatih dianjurkan datang kembali hari Senin (tiga hari kemudian) untuk kontrol dan tindakan selanjutnya.

Nah, patahnya gigi susu ini biasa disebabkan karena terjadi keropos lalu benturan keras. Penyebab keropos gigi antara lain karena minum susu selain ASI (susu formula, UHT, dan sejenisnya), tidak menyikat gigi dengan baik, dan senang makan manis. Sisa-sisa makanan juga lambat laun akan menambah tingkat keasaman mulut, dan pada akhirnya menyebabkan keropos gigi. Info lebih lanjut mengenai keropos gigi bisa didapat disini dan disini.

Untuk pencegahan keropos dan juga patahnya gigi, orang tua sepatutnya mengajari anak untuk menjaga kebersihan mulut mereka. Caranya? Tentu dengan menunjukkan cara menyikat gigi, melakukannya bersama anak, lalu setelah agak mahir biarkanlah mereka mencoba sendiri dengan pengawasan kita. Orang tua yang bisa menunjukkan pentingnya menyikat gigi anak sejak dini. Di kemudian hari tidak perlu lagi menyuruh atau membujuk anak untuk sikat gigi. Karena yang mereka butuhkan di awal adalah pemahaman dan contoh. Selebihnya mereka akan bergerak sendiri untuk membersihkan gigi mereka walau tanpa pengawasan orang tua.



Nyengir With Confident

21 April 2015

Lapor Pajak CiMed Selesai Boss!

Asiik, laporan pajak badan sudah selesai! Sudah agak lega sekarang..

Karena baru pertama kali pegang laporan pajak badan usaha, groginya sampai bikin gigi rata hehe..

"Gimana ceritanya bisa diminta ngerjain pajak?"
"Jadi begini, awal beroperasinya Cimed tahun 2013, kami pakai jasa konsultan pajak. Dipikir biar gampang dan ngga sampai bolos lapor pajak, eh malah keenakan. Begitu kontrak dengan si konsultan habis, jadi kedodoran lapor. Jadilah belajar urus sendiri."
"Oo.."

Ini lho kronologinya:


  • Baca-baca literatur di internet sejak 1 April 2015. Banyak banget informasinya, sampai keblinger. Jadi kami cuma ambil satu dua website aja sebagai patokan. Download formulirnya, dan halaman-halaman web yang simpel.
  • Pengumpulan data-data yang diperlukan mulai 6 April, sambil fokus ke formulir SPT 1770. Hasilnya malah bingung, akibat salah fokus. Belakangan tahu kalau harusnya siapkan dulu laporan keuangannya, baru fokus ke formulir ini.
  • Oke, kumpulin data untuk Neraca dan Laporan Laba-rugi. Baru selesai 15 April. Ah, mulai keliatan nih data mana aja yang diisikan ke formulir.
  • Selesai isi formulir SPT 1770 dan lampiran-lampirannya. Berangkatlah ke kantor pajak, KPP Pratama Tigaraksa di kawasan Lippo Karawaci, waktu itu sil Kamis tanggal 16 April. Yaah, mentah.. Hasil print out formulirnya ngga rapi.. Nasib...
  • Diperbaiki printout-nya. Balik lagi ke KPP hari Senin tanggal 20 April. Manis? Asem.. Ternyata mulai tahun 2013, diberlakukan peraturan PPh nomer 46. Pernah denger aturan pajak 1% dari omset? Si mbak di help desk narik napas dalam-dalam begitu tahu saya ngga ngerti. "Bapak ke lantai dua ya, ketemu AR, namanya Pak Dar****." Ya, begitulah akhirnya jadi tahu. Telalu banyak literatur bisa bikin keblinger memang. Sebenernya cuma perlu ketemu orang yang bersangkutan langsung, yang bisa kasi penjelasan to the point. Oke, makasih pak! Bergegas ke lantai satu lagi, minta formulir SSP beberapa lembar. Ngacir pulang. Tulas-tulis, ketak-ketik, pran-print lagi. Fiuh.. Beres? Beloom!
  • Pagi tadi (21 April), jam 8 pagi langsung ngacir ke bank BJB. Belom buka..! Lanjut jalan ke Kantor Pos terdekat. Apa, OFFLINE!! (liat jam, sudah hampir jam 9 kok) Grr.. Uring-uringan keluar dulu. Lima menit masuk lagi, langsung ngantri di teller lain. Ahh, ternyata dia terima.. Orang mau bayar pajak kok pak.. Beneran.. Dalam hati "saya doakan situ naik jabatan lebih cepet dari teller sebelah kiri." Selesai! Beloom!
  • Jaga klinik dulu, sampai jam setengah dua siang baru bisa berangkat. Oke siap! Meluncur ke KPP untuk yang ketiga kalinya. Hmm.. Petugas help desk-nya ganti lagi.. Oow, tenang. Kan udah berguru kemarin.. Iyaa, semuanya sudah oke. Formulir diisi dengan baik, SSP dilampirkan, dan saya dikasih tanda terima kertas kotak 10x10cm warna hijau. Ini struknya ya mbak? Oo.. Ya ya ya, makasih ya.
  • Selesai.

Sekian dulu, mau nyantai dulu di Lippo Supermall hehe..
Oke, senyum dulu :D

16 April 2015

Urus Pajak Badan Usaha Dulu.. Yuk.

>Cimed perdana ngeblog nih,

..tak tik tak tik..

Baru mulai ngetik, eh jadi inget laporan pajak tahunan belom diberesin!
(Ternyata tetep belom beres saat ngetik ini, hehe..)

"Urus pajak sendiri?"
"yup."
>Ceritanya..
  Tahun awal pembukaan Citta Medika Healthcare, 2013, kami dengan pede-nya pakai jasa konsultan pajak. Maksudnya biar diajari sama beliau. Eh, malah jadi ngga tau apa-apa, lantaran ga mau ngasi tau ilmunya barang secuil. Kan itu mata pencaharian dia ya, masa mau ngajari orang soal kerjaannya dia.. Ah, akhirnya boss putusin nggak pakai jasanya lagi di tahun berikutnya. Mau urus sendiri, ceritanya.
  Karena ngga tau sama sekali urusan perpajakan, mulailah browsing sana-sini. Banyak banget sumbernya lho. Saking banyak bacaannya, jadi pening. Ternyata untuk orang awam, pajak itu seperti ngga kejangkau. Kita tiap hari berhubungan dengan pajak, tapi ngga tau apa itu. Ngga sadar. Orang kerja, jual-beli, atau bahkan internetan pake hape pun kena pajak. Sadar? Sama.
  Okelah, saya ngga akan bahas lebih jauh soal tax. Karena banyak yang lebih kredibel di web sana. Untuk saat ini, lebih baik kita fokus ke.. SPT dulu.. Sambil senyum ya.


Smile With Confidence,
 ____, ,____
/|_|_|_|_|\
\| | | | | |/

Citta Medika Healthcare